DasarPendidikan : 1. Orang Israel Kehilangan Teladan kepemimpinan Yosua (Pasal 1) sehingga berperang tanpa dasar takut akan Tuhan. 2. Tuhan mendatangkan jerat (musuh dan berhala atau ilah asing) kepada Israel karena tidak takut akan Tuhan, melalui berita Malaikat Tuhan di Bokhim (Pasal 2:1-5).
Rahasia7 Jemaat : Pergamus. Tuhan memberikan kuasa Firman-Nya. Mati dan hidup dikuasai lidah. Tetapi pedang ini juga memotong setiap hal yang tidak benar dari kehidupan kita. Selama kita setuju dengan proses Tuhan, maka hidup kita akan semakin berubah. Firman Tuhan juga memisahkan roh dan jiwa. Jika pelayanan kita dikotori dengan motivasi jiwa
OpenHeaven 13 Juni 2021 Renungan Minggu - Sabda Menyampaikan | Open Heaven 13 Juni 2021 Panduan Renungan Minggu Oleh Pastor EA Adeboye
Fast Money. Kata-kata seseorang biasanya mencerminkan kepribadian seseorang. Dari seorang penyabar akan jarang keluar kata-kata murka. Demikian juga kesombongan seseorang terdengar dari kata-katanya. Bagaimana dengan Allah? Bagaimana karakter-Nya direfleksikan oleh firman- Nya? Kita sering mengatakan bahwa firman Tuhan menguatkan dan menghiburkan hati. Itu memang benar dan itu mencerminkan sifat Allah yang setia dan membawa damai. Akan tetapi, di Surat Ibrani, sifat Allah yang lain tampak pada firman-Nya lebih tajam daripada pedang bermata dua mana kita melihat pada konteksnya di dalam Surat Ibrani sebelum perbandingan di atas keluar. Pada pasal pertama hingga pasal ketiga, penulis memperkenalkan Yesus kepada pembacanya dengan cara yang spektakuler. Yesus adalah Anak Allah, yang lebih tinggi daripada malaikat, dan juga Musa, nabi yang paling dihormati oleh orang Yahudi pembaca utama Surat Ibrani.Seperti yang sudah kita ketahui, impian orang Yahudi adalah mendapatkan perhentian di dalam Tanah Perjanjian yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham. Mereka berpikir bahwa mereka pada akhirnya akan mendapatkan itu jika mereka menjalankan hukum Musa. Namun, penulis menunjukkan bahwa pada masa hidup Musa, banyak yang tidak masuk ke dalam Tanah Perjanjian karena tidak beriman dan tidak taat kepada Tuhan 316-19. Bahkan, setelah Yosua membawa mereka masuk ke tanah Kanaan, Yosua sebenarnya belum membawa mereka masuk ke tempat perhentian 48. Di bawah Musa dan Yosua, orang Israel belum mendapatkan apa yang sebenarnya dijanjikan. Ini tidak heran, karena perhentian yang sejati hanya di dalam Kristus “Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula,” 314.Karena itu, kata “waspada” muncul beberapa kali. Penulis sadar banyak orang Yahudi yang terlena oleh identitas jasmani mereka, oleh Taurat yang mereka punyai dan praktikkan, oleh tanah yang sedang mereka tempati. Waspadalah, karena bisa saja kita merasa sudah ada bagian di dalam perjanjian Tuhan, tetapi pada akhirnya Tuhan menilai kita sebagai orang yang murtad dan tidak percaya 312-13. Orang Yahudi harus mendengar baik-baik firman Allah, baik dari Perjanjian Lama, maupun dari pengajaran Yesus dan para rasul yang mungkin belum semuanya tertulis pada waktu itu. Jika orang Yahudi tidak percaya kepada firman Allah, Allah akan menghakimi mereka dengan firman-Nya. Penampilan di luar tidak akan dapat menipu Allah,Sebab firman Allah hidup, dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh; sendi- sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya; sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. 412-13Peringatan untuk berwaspada ini juga berlaku bagi orang “Kristen” zaman sekarang. Apakah rajin menampakkan diri di gereja, ikut katekisasi, membaptiskan anak, memasukkan anak- anak ke sekolah minggu, semua fenomena ini membuktikan kita mempunyai bagian di dalam Kristus? Apalagi, jika sering tampak di gereja tetapi tidak menghormati kebaktian. Allah tidak dapat ditipu, dan firman-Nya menembusi hati terdalam. Tidak ada yang akan terlewat karena semua orang harus memberikan pertanggungan jawab. Bukankah iman akan terekspresikan pada ketaatan? Saya ingin menutup renungan ini dengan mengutip lagi dari Ibrani “Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka…. Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga,” 46, 11.24 Juni 2017
RENUNGAN HARIAN KRISTEN TERBARU, KAMIS 12 MARET 2020 441. FIRMAN ALLAH LEBIH TAJAM DARIPADA PEDANG BERMATA DUA Oleh E. Gunawi Sp. U9 FIRMAN TUHAN Ayat Nas Surat Ibrani 412 “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Shalom. Puji Tuhan! Pada hari yang sangat indah, elok dan berbahagia ini, kita akan merenungkan dan mempelajari Firman Tuhan yang terekam dalam Surat Ibrani 412. Perikopnya yaitu “Hari perhentian yang disediakan oleh Allah”. Adapun topik yang kita ketengahkan adalah FIRMAN ALLAH LEBIH TAJAM DARI PADA PEDANG BERMATA DUA. Marilah kita naikkan ibadah, doa, pujian, penyembahan, hormat, kemuliaan dan ucapan syukur kepada-Nya. Sebab Tuhan Yesus sudah melimpahkan kasih karunia-Nya yang sungguh sangat luar biasa dan dahsyat kepada kita. Oleh karena kasih karunia-Nya, maka kita dapat berjumpa kembali dengan Renungan Harian Kristen Terbaru yang dipublikasikan oleh edisi hari ini. Puji Tuhan! Haleluya! Pengantar Kali ini, kita akan mempelajari dan merenungkan satu ayat nas Firman Tuhan yang dicatat dalam Surat Ibrani 412. Demikianlah bunyi Firman-Nya “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Melalui ayat nas kita itu, Rasul Paulus memberi didikan, ajaran dan nasihat kepada kita bahwa Pertama, firman Allah hidup dan kuat. Kedua, firman Allah lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun. Ketiga, firman Allah menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum. Dan keempat, firman Allah sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Firman Allah hidup dan kuat Awal dari ayat nas kita yang tercantum dalam Surat Ibrani 412, mengatakan “Sebab firman Allah hidup dan kuat ….” Secara eksplisit, potongan ayat nas Firman Tuhan ini menyatakan bahwa Firman Allah adalah hidup. Firman Tuhan adalah kuat Pernyataan Rasul Paulus ini sesuai dengan Firman Tuhan yang direkam dalam Kitab Injil Yohanes 11, yang berbunyi “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Dan Kitab Injil Yohanes 14, yang demikian bunyinya “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” Pada hakikatnya, Firman Allah itu adalah hidup. Karena Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu adalah Dia, yaitu Yesus Kristus Anak Tunggal Allah Bapa, Tuhan kita, Mesias dan Juru Selamat manusia berdosa yang percaya kepada-Nya. Karenanya, di dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Di dalam Dia, hidup itu kian nyata bagi kita. Secara empiris dan faktual, dunia sudah membuktikan ketidakkekalan dirinya. Semua yang berasal dari dunia, manusia kedagingan yang berdosa, binatang dan pepohonan akan mati dan binasa. Semua yang hidup adalah seperti rumput yang hijau lalu kering dan mati. Namun, Firman Tuhan tetap hidup selama-lamanya. Perhatikanlah Firman Tuhan yang terekam dalam Surat 1 Petrus 124-25. Demikianlah, Alkitab mengatakan kepada kita “Sebab “Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.” Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.” Sejatinya pula, Firman yang hidup itu bersama-sama dengan Allah sejak dari mulanya. Firman yang hidup itu adalah kuat, sekuat daya cipta-Nya dalam menciptakan jagat raya dengan segala isinya. Firman itu maha kuat, karena jagat raya dan segala isinya diciptakan-Nya dari tiada menjadi ada dengan firman-Nya hanya dalam enam hari. Firman Tuhan itu begitu kuat, karena berkuasa menjadi benteng kehidupan kita dari serangan kuasa kegelapan, roh jahat, setan dan iblis yang ingin menghancurkan iman percaya kita kepada-Nya. Firman Allah lebih tajam daripada pedang bermata dua Masih lanjutan dari awal ayat nas kita, yaitu bagian dari sepertiga pertama dari Firman Tuhan dalam Surat Ibrani 412-13, mengatakan “Sebab firman Allah … lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ….” Sungguh! Firman Allah lebih tajam daripada pedang bermata dua. Firman Tuhan dapat memotong dari dua sisi. Firman Tuhan sangat tajam luar biasa. Secara alkitabiah, Firman Tuhan ialah pedang Roh. Perhatikanlah Firman Tuhan yang dicatat dalam Surat Efesus 617 yang demikian bunyinya “dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,”. Firman itu lebih tajam daripada pedang bermata dua karena dapat menembus hati dan jiwa seseorang yang percaya kepada-Nya. Ia, Firman itu, dapat membelah, memotong, menembus, mengiris dan menyayat hati yang penuh dosa, bahkan membersihkan segala dosa sampai ada pertobatan. Menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh Sekarang, marilah kita simak dan kita pelajari lanjutan ayat nas kita yang ditulis dalam Surat Ibrani 412. Firman Tuhan menyatakan “…; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ….” Sungguh! Ketajaman Firman Tuhan benar-benar sangat dahsyat dan luar biasa. Firman Tuhan yang teramat tajam itu dapat membelah hati dan jiwa seseorang yang penuh dosa menjadi remuk redam. Firman Tuhan berkuasa menghancurkan kejahatan yang kotor, sangat jahat dan membinasakan jiwa dalam kematian kekal. Ketajaman Firman Tuhan berkuasa membersihkan dan mengubah hati para pendosa menjadi seputih salju. Firman Tuhan berkuasa memisahkan roh dan jiwa yang tinggi hati, angkuh, pongah dan sombong menjadi rendah hati, lemah lembut, panjang sabar, penuh belas kasihan, sukacita dan damai sejahtera. Haleluya! Firman Tuhan itu akan berkuasa menyentuh hati dan jiwa para pendosa dan penjahat yang tidak mengenal Tuhan, sehingga bertobat dan menyerahkan diri untuk mengikut Tuhan. Firman Tuhan berkuasa melihat, menembus dan memanggil roh dan jiwa untuk beribadah, berdoa, bersyukur, memuji, memuliakan, menyembah dan melayani Tuhan. Firman Tuhan berkuasa memisahkan antara sendi-sendi dan sum-sum dalam kehidupan kita. Yaitu bagian-bagian tubuh yang paling tersembunyi dalam tubuh kita. Firman Tuhan berkuasa dan sanggup memangkas segala dosa dan hawa nafsu kedagingan lalu membuangnya jauh dari kehidupan orang yang bertobat. Sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati Pada bagian terakhir dari ayat nas kita yang ditulis dalam Surat Ibrani 412, Firman Tuhan mengatakan “…; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Secara eksplisit, Rasul Paulus menyatakan bahwa Firman Tuhan sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Firman Tuhan berkuasa membedakan antara pikiran dan rancangan yang masih tersembunyi dan sangat rahasia. Secara tersirat, Firman Tuhan tersebut menyatakan kepada kita bahwa Firman Tuhan berkuasa membuat dan membedakan beragam pikiran, perasaan, kehendak dan perbuatan manusia. Bahwa Firman Tuhan mendidik, mengajar dan mengingatkan kita dan semua orang yang percaya kepzada-Nya untuk senantiasa menggunakan hikmat dan akal budi yang bersumber dari Allah. Supaya mereka dapat membedakan antara takut akan Tuhan dan tidak takut akan Tuhan, antara kebaikan dan keburukan, antara kebajikan dan kejahatan, dan antara kekudusan dan dosa. Sebagai pedang roh, Firman Tuhan berkuasa menyelidiki pikiran, perasaan, hati, batin dan jiwa semua orang berdosa. Sebagai pedang roh dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Firman Tuhan berkuasa menolong semua orang yang percaya kepada-Nya untuk memangkas dan membersihkan segala dosa dan kejahatan mereka, apabila mereka menerima dan percaya dengan iman yang teguh kepada-Nya. Haleluya! Berbahagialah kita Berbahagialah kita yang sudah menerima dan mengimani bahwa Firman Allah adalah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun, karena Dia sudah lebih dahulu memberitakan kepada kita Firman-Nya yang membawa sukacita dan damai sejahtera. Berbahagialah kita yang mengimani bahwa Firman Tuhan berkuasa menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum, karena sebagai pedang roh, Firman Tuhan berkuasa menolong semua orang yang percaya kepada-Nya untuk memangkas dan membersihkan segala dosa dan kejahatan mereka, apabila mereka menerima dan percaya dengan iman yang teguh kepada-Nya. Berbahagialah kita yang percaya bahwa Firman Tuhan sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita, karena Dia sudah mencurahkan Roh Kudus dan hikmat akal budi-Nya yang bekerja dan memproses kita menjadi pribadi-pribadi yang setia beribadah, berdoa, bersyukur, memuji, memuliakan, menyembah, memberi persembahan dan melayani-Nya dengan penuh rasa takut akan Tuhan. JESUS CHRIST BLESS YOU AND US. HALLELUJAH. AMEN.
Abstract Firman-Nya adalah pelita yang akan menerangi jalan menuju kehidupan umatmanusia yang telah digelapkan oleh dosa. Namun apabila pelita itu sengaja ditutupiatau diabaikan sehingga menjadikan agama itu hanya formalitas belaka dan kegiatanagama hanya rutinitas semata tanpa pertanggungjawaban moral dan spiritual, hal iniakan mendatangkan penghukuman Allah yang melebihi dampak yang dihasilkan olehpedang bermata dua. Dengarkan, lakukan dan jangan pernah abaikan firman itu agarkita dapat selamat, sebab tidak pernah ada berkat tanpa tanggung jawab.
firman tuhan seperti pedang bermata dua